Sunday, May 15, 2011

info kelulusan SMA di berbagai daerah tahun ajaran 2010/2011


DKI, 99,81% Lulus
berita

JAKARTA (Pos Kota) – Pengumuman kelulusan ujian nasional jenjang SMA, SMK, dan SMA LB baru akan diumumkan besok (Senin/16/5), namun, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan angka kelulusan siswa DKI melampaui angka kelulusan secara nasional.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan sebanyak 99,52 persen siswa SMA di DKI lulus ujian nasional (UN), sedangkan sebanyak 99,81 persen siswa SMK di DKI juga dinyatakan lulus UN. Angka kelulusan 2011 ini lebih tinggi dibandingkan tingkat kelulusan secara nasional yang hanya mencapai 99,22 persen untuk SMA.

“Ini membuktikan SMK bukan lagi anak tiri. Siswa SMK justru mendapatkan hasil kelulusan yang lebih tinggi dari tingkat kelulusan SMA. Ini harus ditingkatkan,” kata Taufik.

Menurutnya, sistem kelulusan tahun ini memang sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Tahun ini, nilai UN hanya memegang 60 persen dari komponen kelulusan, sementara 40 persen lainnya diolah dari nilai ujian sekolah dan nilai raport siswa. Untuk bisa lulus, setiap siswa tetap harus mendapat nilai minimal 5,5 dari tiap mata pelajaran yang diujikan.

Taufik menegaskan hasil UN akan diumumkan pada Senin (16/5) di sekolah melalui website sekolah, telepon, sms, surat maupun email.

“Sistem pemberitahuan ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengumuman ujian sekolah memang diserahkan pada masing-masing sekolah,” ujarnya.

Hanya saja, pengumuman harus bernuansa edukatif dan tidak melakukan tindakan destruktif seperti, corat-coret baju, rambut atau badan, konvoi kendaraan dan tawuran atau kegiatan destruktif lain.



JAWA TIMUR, 99,94% LULUS

berita

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2010/2011 untuk SMA di Jawa Timur mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kelulusan SMA Jatim mencapai 99,75 persen, sementara SMK mencapai 99,90 persen. Dengan tingkat kelulusan tersebut sebanyak 709 siswa SMA/SMK Jatim tidak lulus.

"Hasil UN SMA/SMK se-Jawa Timur bagus, mengalami peningkatan. Angka ketidaklulusan siswa menurun," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, Ahad (15/5).

Untuk tingkat SMA, angka kelulusan Jatim meningkat dari 99,72 persen pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 99,75 persen pada 2010/2011. Jumlah siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 559 orang dari 203.466 peserta UN tahun ini. Angka kelulusan tersebut juga meningkat dibandingkan pada 2008/2009 yakni 95,53 persen.

Peningkatan yang sama juga terjadi pada tingkat kelulusan siswa SMK. Pada tahun ajaran 2009/2010, angka kelulusan siswa SMK mencapai 99,77 persen. Jumlah itu meningkat pada 2010/2011 yakni menjadi 99,90 persen. Dengan angka kelulusan tersebut, sebanyak 150 siswa dari 15.277 peserta UN SMK dinyatakan tidak lulus. "Tingkat kelulusan Jatim menduduki peringkat kelima secara nasional," ujar Harun.

Menurut Harun, faktor yang mempengaruhi ketidaklulusan tersebut bukan disebabkan kurang siapnya siswa dalam menghadapi UN. Namun, siswa yang dinyatakan tidak lulus tersebut lantaran berhalangan mengikuti UN. "Ujian sekolah mereka ikuti, tapi ketika UN berhalangan hadir," ujarnya.

Untuk tingkat SMA, nilai UN tertinggi diperoleh siswa dari SMA 1 Manyar Gresik untuk jurusan bahasa. Sementara siswa SMA 1 Babat Lamongan dan SMA 1 Kedungpring Lamongan masing-masing memiliki nilai UN tertinggi untuk SMA jurusan IPA dan IPS. "Kita minta pengumuman UN tetap dilakukan sekolah Senin (16/5)," ujar Harun.

Sementara untuk kelulusan siswa SMA/SMK Kota Surabaya juga mengalami peningkatan serupa. Pada tahun ajaran 2010/2011 ini, tingkat kelulusan SMA mencapai 99,94 persen atau naik dari sebelumnya 99,63 persen. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sahudi menyatakan sebanyak 136 siswa SMA dinyatakan tidak lulus.

Untuk tingkat SMK, angka kelulusan mencapai 99,84 pada tahun ajaran 2010/2011. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 99,72 persen. Dari tingkat kelulusan itu, terdapat 37 siswa SMK tidak lulus. Rinciannya, 36 dari SMK negeri dan satu dari SMK swasta. "Tapi jumlah siswa tidak lulus itu akan diverifikasi lagi karena masih ada siswa yang ikut UN tapi nilainya nol," ujarnya.

Koordinator pengawas UN, Ali Mufi mengungkapkan isu kecurangan seperti bocoran jawaban selama UN berlangsung ternyata tidak terbukti. Selama UN SMA/SMK, pengawasan melibatkan 9 Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur. "Ada 2.825 pengawas dari satuan pendidikan yang terlibat," sebutnya.

Ali mengungkapkan secara keseluruhan pelaksanaan UN relatif lancar. Hanya saja, percetakan UN masih perlu dievaluasi lantaran masih ada masalah keterlambatan distribusi soal. "Percetakan jangan di luar Jatim sehingga bisa lebih cepat distribusi nantinya," ungkapnya.



JAWA TENGAH, 99,71% LULUS

Berita

SEMARANG (Pos Kota) – Pengumuman kelulusan hasil Ujian Nasional (UN) SMA/ MA/ SMALB/ SMK) di Jawa Tengah dilakukan serentak, Senin ini (16/5). Tahun ini tingkat kelulusan UN tingkat SMA sederajat di Jateng mencapai 308.133 siswa atau 99, 71%. Angka kelulusan yang mendekati 100% dikarenakan perubahan sistem komposisi kelulusan yang menguntungkan siswa.

Sistem baru yang diberlakukan mulai tahun ini yakni menggabungkan nilai UN dan nilai sekolah dengan komposisi sebesar 60% dan 40%. Cara ini ternyata mampu membuat siswa lebih nyaman dalam mengerjakan lembar soal ujian dan menjadikan UN bukan sebagai momok lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Drs Kunto Nugroho HP, Msi mengatakan , prosentase kelulusan ini naik dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 98,66 persen. Kenaikan angka kelulusan di Jawa Tengah telah terjadi dalam tiga tahun terakhir, ujar Kunto .

Disebutkan , tahun 2011 ini, sebanyak 911 siswa atau sekitar 0,294 persen dinyatakan tidak lulus. Siswa SMK penyumbang terbesar angka ketidaklulusan yakni mencapai 283 siswa atau 0,182 persen .

Secara rinci Kunto menambahkan, jumlah siswa SMA peserta UN mencapai 118.029 , yang lulus 117.545 siswa dan yang tidak lulus 484 siswa (0,41 persen). Untuk MA , jumlah peserta UN mencapai 35.327 siswa , yang lulus 35.183 dan 344 siswa atau 0,408 tidak lulus.

Sedangkan untuk SMALB , sebanyak 90 siswa peserta UN dinyatakan lulus semua . Untuk SMK dengan total 155.598 siswa, yang lulus 155.315 siswa, tidak lulus 283 siswa (0,18 persen). Namun, peringkat kelulusan setiap kabupaten/kota belum dapat dapat diperinci oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, karena data secara umum baru tiba Sabtu (14/5) subuh dari Kemdiknas.


JAWA BARAT, 97,99% LULUS
RIAU, 96,92% LULUS
SULAWESI SELATAN, 96,77% LULUS

berita

Sabtu lalu (14/6) pemerintah mengumumkan hasil Ujian Nasioanl (UN) seluruh Indonesia. Di Jakarta, tingkat kelulusan siswa SMA meningkat menjadi 98,22% dibanding tahun lalu yang hanya 96%. Namun, masih ada juga siswa SMU yang tidak lulus tahun ini. Hal tersebut disebabkan oleh sulitnya soal ujian dan banyaknya pelajaran yang diujikan perharinya.

Dinilai oleh para pengajar bahwa penyebab utamanya masih dikaji. Tapi yang pasti penyebabnya banyak. Bisa soal yang lebih sulit, atau banyaknya mata pelajaran yang diuji. Untuk tahun lalu dalam satu hari hanya tiga mata pelajaran yang diujikan, namun tahun ini bisa enam mata pelajaran.

Sementara untuk SMK, persentase kelulusan meningkat dari 92,25% menjadi 96,19%. Jumlah siswa SMK yang mengikuti ujian sebanyak 3.575, adapun siswa SMA luar biasa tahun ini pesertanya 100% lulus ujian. Jumlah kelulusan siswa SMU dan sederajat tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hari ini, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengumumkan, 91,43 persen dari 1.958.7746 siswa SMU dan sederajat yang mengikuti ujian tahun ini dinyatakan lulus.

Ketua BSNP, Bambang Suhendro mengatakan, jumlah siswa SMU yang paling banyak lulus berada di Jawa Barat 97,99 persen. “Kemudian diikuti Riau 96,92 persen dan Sulawesi Selatan 96,77persen,” ujarnya, hari ini. Secara umum, kata Bambang, peserta ujian nasional SMU yang lulus di 32 provinsi mencapai 92,5 persen dan Madrasah Aliyah 90,79 persen. Kelulusan tertinggi adalah di Jakarta 98,22 persen, Jawa Barat 97,07 persen, dan Jawa Timur 96,24 persen. Untuk SMK, secara keseluruhan jumlah siswa yang lulus sebesar 91 persen. Jumlah kelulusan terbanyak berada di Jawa Barat disusul Riau dan Sumatera Selatan


SUMBER 1
SUMBER 2

Post By Bilbulsama
http://bilbulsama.blogspot.com/

Blog Archive