Wednesday, December 15, 2010

Atlet Indonesia yang di naturalisasi Negara lain

Albertus Susanto Njoto
 Albertus Susanto Njoto adalah seorang pemain bulu tangkis Hongkong berkebangsaan Indonesia. Atlet binaan PB Tangkas Jakarta ini sempat masuk pelatnas. Namun karena ketatnya persaingan antar pemain, Albert kemudian mengundurkan diri dari pelatnas dan pindah ke Hongkong. Ia kemudian mewakili Hongkong dalam berbagai kejuaraan internasional.

Prestasi :

Sebagai Atlet Indonesia :
- Juara Filipina Terbuka 2006 (ganda putra Yohan Hadikusuma/ Albertus Susanto Njoto)

Sebagai Atlet Hongkong :
- Anggota Tim Piala Thomas Hongkong
- Anggota Tim Piala Sudirman Hongkong
Halim Haryanto Ho


Halim Haryanto Ho (lahir di Bandung, Jawa Barat, 23 November 1976; umur 34 tahun) adalah pemain nasional bulu tangkis spesialis ganda Indonesia (1995-2004). Sejak pindah ke Amerika Serikat, dia memutuskan mewakili Amerika Serikat di ajang internasional. Setelah pensiun sebagai pemain bulu tangkis, Halim memutuskan menjadi pelatih di klub bulu tangkis di Orange County, California, Amerika Serikat. Baru – baru ini dia melatih di Bay Badminton Center in Milpitas, California.

Prestasi :

Sebagai Atlet Indonesia :
- Juara Dunia ganda putra tahun 2001 (bersama Tony Gunawan)
- Juara All England 2001 (bersama Tony Gunawan)
- Anggota tim Piala Thomas Indonesia, saat menjadi juara tahun 2002 di Guangzhou, Cina (turun di ganda putra, bersama Tony Gunawan, menjadi penentu poin kemenangan 3-2 atas tim Malaysia dalam partai final).

Sebagai Atlet Amerika Serikat :
- Juara China Taipei Open tahun 2005 (ganda putra dengan Tony Gunawan)
- Juara Bitburger Open tahun 2005 (ganda putra dengan Tony Gunawan)
- Juara U.S Open tahun 2006 (ganda putra dengan Tony Gunawan)
- Juara U.S Open tahun 2008 (ganda campuran dengan Peng Yu)

Mia Audina

  Mia Audina Tjiptawan (lahir di Jakarta, Indonesia, 22 Agustus 1979; umur 31 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia merupakan peraih medali perak Olimpiade Atlanta 1996 dan Athena 2004. Pada tahun 1999 Mia menikah dengan Tylio Arlo Lobman, seorang penyanyi gospel asal Suriname berkebangsaan Belanda. Ia kemudian menetap dan menjadi warga negara Belanda dan mulai mewakili Belanda dalam berbagai pertandingan.

Prestasi :

Sebagai Atlet Indonesia :
- Medali Perak Olimpiade Atlanta 1996
- Juara Indonesia Terbuka 1998
- Juara Jepang Terbuka 1997
- Juara Singapura Terbuka 1997
- Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Piala Uber Indonesia)

Sebagai Atlet Belanda:
- Medali Perak Olimpiade Athena 2004
- Juara Belanda Terbuka 2005
- Juara Jepang Terbuka 2004
- Juara Kejuaraan Eropa 2004
- Juara Jerman Terbuka 2002
- Anggota Tim Piala Uber
- Anggota Tim Piala Sudirman

Tony Gunawan

Tony Gunawan (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 April 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Tony berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan. Saat melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, ia menjadi pelatih sekaligus pemain di Orange County Badminton Club, California. Sejak saat itu, Ia mewakili negara tersebut dan berhasil menjuarai beberapa kejuaraan saat berpasangan dengan Howard Bach dan Bob Malaythong.

Prestasi :

Sebagai Atlet Indonesia :
- Medali Emas Olimpiade 2000 di Sydney (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara All England Championship 1999 (Tony Gunawan/Candra Wijaya) dan 2001 (Tony Gunawan/Halim Haryanto)
- Juara World Championship 2001 (Tony Gunawan/Halim Haryanto) dan 2005 (Tony Gunawan/Howard Bach)
- Juara Asia Championship 2000 (Tony Gunawan/Rexy Mainaky)
- Juara Thomas Cup 1998 dan 2000 (Tim Indonesia)
- Juara World Grand Prix Championship 1999 dan 2000 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Indonesia Open 2000 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Japan Open 2000 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Malaysia Open 1998 (Tony Gunawan/Halim Haryanto) dan 1999 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Ipoh Master 1999 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Brunei Open 1998 (Tony Gunawan/Halim Haryanto)
- Juara Swedish Open 1998 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Copenhagen Master 1997 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Polish Open 1997 (Tony Gunawan/Victo Wibowo)
- Juara France Open 1997 (Tony Gunawan/Victo Wibowo)
- Juara Singapore Open 2001 (Tony Gunawan/Halim Haryanto)
- Juara Hong Kong Open 1998 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)

Sebagai Atlet Amerika Serikat :
- Juara USA Open 2002, 2003 (Tony Gunawan/Bob Malaythong), 2004 (Tony Gunawan/Howard Bach), 2006 (Tony Gunawan/Halim Haryanto)
- Juara German Open 2005 (Tony Gunawan/Halim Haryanto)
- Juara Dutch Open 2004 (Tony Gunawan/Howard Bach)
- Juara OCBC/Yonex International 2005 (berpasangan dengan Howard Bach)
- Juara SCBA Classic 2002 (Tony Gunawan/Bob Malaythong)
- Juara USA/SCBA Championship 2005 (Tony Gunawan/Howard Bach)
- Juara Puerto Rico Open 2002 (Tony Gunawan/Bob Malaythong)
- Juara Korea Open 2006 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Copenhagen Master 2005 (Tony Gunawan/Howard Bach)
- Juara Japan Open 2006 dan 2007 (Tony Gunawan/Candra Wijaya)
- Juara Indonesia Open 2006 (Tony Gunawan/Candra Wijaya) 

Muhamad Rigan Agachi


Muhamad Rigan Agachi lahir di Jakarta, 4 Agustus 1984 menjadi satu-satunya orang Asia yang dikontrak oleh klub sepak bola PSV Eindhoven saat itu walau hanya menempati Tim B. Anak dari pasangan David Pono dan Sri Elyanti itu bermain sebagai defender di timnya. Rigan yang semakin lihai mengolah bola dan menjaga wilayah pertahanannya itu berjanji akan bermain baik selama di Belanda. Namun, kabar menyebutkan setelah dia menikah dengan warga negara Belanda, dia menetap dan berpindah kewarganegaraan.


Syafarrizal Mursalin Agri

Syaffarizal Mursalin Agri lahir di Aceh, 6 Agustus 1992. Saat ini dia bermain di Liga Qatar di klub Al-Khor SC. Anak kedua dari seorang ayah bernama Agri Sumara dan ibu bernama Cut Mulidawati menjadi pemain terbaik di Qatar dan digadang – gadang bakal jadi pemain hebat masa mendatang. Saat itu dia langsung membawa Al Khor ke peringkat keempat dari 20 tim yang mengikuti kompetisi. (Untuk diketahui, sebelumnya Al Khor tidak pernah bisa lolos ke babak 8 besar Liga U-12). Karena dinilai sangat berbakat, Farri termasuk seorang pemain asing Qatar yang masuk kandidat pemusatan latihan Aspire. Ini merupakan program jangka panjang Qatar untuk membina pemain berbakat yang punya prospek bisa dinaturalisasi menjadi pemain nasional Qatar


Radja Nainggolan 
  Klub Serie-A Cagliari resmi mengikat Radja Nainggolan untuk memperkuat tim asal Sardinia itu. Nainggolan ditukar dengan Mikhail Sivakov.
Sebelumnya Nainggolan memperkuat Piacenza sejak 2005. Seperti diberitakan Football Italia, ia pindah ke Cagliari dengan status pinjaman. Cagliari mendapat opsi untuk membelinya di akhir musim ini.

Walau punya nama Batak, Nainggolan berkewarganegaraan Belgia. Darah Bataknya datang dari sang ayah, Marianus Nainggolan.

Usia gelandang potensial ini baru 21 tahun. Ia sempat ditaksir dua tim besar yakni Fiorentina dan AS Roma.

Pemain berdarah Indonesiapun, Radja Nainggolan, senang dengan kepindahan ke Cagliari. Pemain asal klub Serie B Italia Piacenza ini secara resmi pindah ke klub barunya dan siap menyongsong tantangan di kompetisi tingkat teratas.

"Saya datang dengan penuh antusiasme. Tujuan saya di sini untuk berkembang pesat," tuturnya kepada Itasportpress.

"Saya mempelajari transfer ini dan saya segera menyepakatinya. Cagliari kelihatannya tim yang bersatu dan kompak. Sisanya saya akan ketahui langsung nanti."

Radja siap bermain di posisi manapun sesuai instruksi pelatih Massimiliano Allegri.

"Saya bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah. Saya lebih baik jika diposisikan di kiri, tapi saya harap bisa mendapat tempat dalam tim inti, di mana saya ditempatkan itu tak masalah," tukasnya.

Radja bermain untuk Piacenza sejak 2005 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari timnas Belgia U-21 sebelum akhirnya mencicipi debut bersama timnas senior tahun lalu.

Stefano Lilipaly
Tinggi dan Berat Badan: 1.70 m , 60 kg
Posisi: atacking midfielder
Nomor Punggung:10
klub sekarang:FC Utrecht ( the netherlands)
orang tua: Ron (ayah) adriana (ibu)

Anak muda satu ini mungkin lepas dari pantauan pengamat dan pengurus sepakbola negeri ini. Padahal gebrakannya di negeri Belanda cukup baik dan piawai dalam mengolah si kulit bundar. Anak muda kelahiran 10 Januari 1990 ini adalah anak dari ayah bernama Ron Lilipaly dan ibu bernama Adriana, dan mereka menetap di kota Amsterdam Belanda. Anak muda ini mempunyai darah keturunan Indonesia yang kental dari ayahnya.

Sejak kecil dia sudah tertarik dan mencoba bermain sepakbola bersama teman temannya, bahkan bersama ayahnya berdua di lapangan yang banyak tersedia di kawasan tempat mereka tinggal. Bakatnya sudah tampak sejak kecil yang cukup piawai menggiring si kulit bundar. Apalagi keluarganya mendukung pada olehraga yang digelutinya itu sehingga Stefano kecil mulai serius belajar dan meltih ketrampilannya di SSB As Alkmaar yang nama Klub ini sudah tidak asing lagi untuk para pencinta sepakbola Liga Belanda.

Saat ini Stefano Lilipaly masih bergabung dengan FC Utrecht dimana Irfan Bachdim sempat menjadi teman dalam klub yang sama dan sampai sekarang masih tetap menjalin hubungan komunikasi yang baik.
Stefano Lilipaly dengan tegas menjawab :"Saya siap membela dan bermain untuk bangsa Indonesia, negeri asal nenek moyang saya yang indah dengan penduduk yang ramah," ketika saya tanya adakah keinginannya untuk bermain dan bergabung dengan Timnas.

Sebenarnya Stefano Lilipaly dan Regilio Jacobs telah bersedia untuk bergabung bermain di Charity Games yang kita adakan 4 Agustus 2010 di Malang dan 7 Agustus 2010 di Surabaya. Tetapi karena waktu yang sangat sempit sehingga mereka gagal datang di Charity Game, tetapi untuk Charity Game selanjutnya, dia masih bersedia untuk bergabung. Bahkan kalau memungkinkan untuk bergabung maramaikan persepakbolaan Indonesia. Dan cita ciita utamanya,untuk bisa bermain membela nama bangsa Indonesia. Atau adakah klub di Indonesia yang berminat?

Stefano Lilipaly yang pernah memperkuat Timnas Belanda berturut turut U 16, U 17 dan U 18 adalah bukan prestasi biasa walau saat menginjak usia 20 tahun dia belum ditarik untuk memperkuat Timnas Belanda U 21. Bukankah ini kesempatan yang baik untuk pengurus sepakbola negeri ini untuk memantau perkembangan dia yang sedang terus mengembangkan karirnya. Banyaknya pemain berdarah Indonesia yang mempunyai kualitas adalah salah satu aset yang seharusnya tidak disia-siakan seandainya mereka mempunyai keinginan untuk membela bangsa ini dan siap bersaing dalam pertarungan ketrampilan secara bersih.

Blog Archive